Asimo dan sebuah pengakuan

Banyak orang yg kagum dengan robot yg satu ini, ASIMO.  Sebuah produk teknologi robot yg canggih yang dapat berinteraksi seperti manusia, terutama pada gerakan-gerakan motorik halus & kasar seperti berjalan, berlari kecil, memegang benda, menengok kiri kanan dll.

ASIMO adalah singkatan dari “Advanced Step in Innovative Mobility.” ASIMO dianggap sebagai robot humanoid tercanggih di dunia dengan tinggi 130 cm dan berat 54 kg. Robot ini dikembangkan oleh Honda Motor Co., Ltd.,

ASIMO dilahirkan pada 31 Oktober 2000 dari hasil program R&D robotik Honda yang didirikan pada 1986. Dipimpin oleh Mr. Masato Hirose, Senior Chief Engineer of the Wako Research Institute, Honda R&D Co., Ltd., tim pengembangan robot berangan menciptakan robot yang bisa menjadi teman bagi manusia. Impian ini berujung pada konsep “menyatukan berbagai fungsi mekanis dengan teknologi maju untuk meningkatkan kualitas hidup manusia,”yang mendasari road map Honda dalam pengembangan robot.

Robot itu membuat kagum jutaan orang, namun dibalik kekaguman mereka adakah yang berfikir kenapa harus kagum? 1 buah ASIMO dibuat dengan berbagai peralatan canggih dengan pabrik yang besar dan melibatkan banyak engineer-engineer handal, dan untuk menduplikasi banyak ASIMO dibutuhkan mesin, SDM dan pabrik yang disesuaikan dengan target produksi, maintenance  dan demand dari market. Dan dengan berbagai fasilitas di atas, hasil ciptaannya berupa robot asimo sama sekali belum bisa menyamai kecanggihan hasil ciptaan yang satu ini…Kita, Manusia.

Hanya berbekal sebuah rahim seorang wanita, setetes air mani, tiupan ruh dari sang Pencipta dan berbagai proses yang diciptakan, terciptalah banyak manusia yang di duplikasi dengan berbagai variasi bentuk dan sifat. dan semuanya ndak lebih dari 1X2 m2 saja luasnya. Ndak seberapa dibandingkan dengan pabrik ASIMO nan luas di jepang sana.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati. (QS:Al Mukminun 12-15).

Sangat detail disebutkan dalam Alqur’an di atas tentang proses ‘penciptaan manusia’. So? Lebih canggih mana? Lebih hebat mana? Subhanallah…Allahu Akbar. [yaah khan gak bisa di compare apple to apple doong, masak ciptaan manusia di compare dengan tuhan? :D]

Sama sekali ndak ada maksud membandingkan hasil ciptaan, tentulah ciptaan Allah, tuhan saya dan anda semua adalah sebuah maha karya yang tak tertandingi. Saya hanya mencoba melihat realita yg logis tentang betapa lemahnya kita. Untuk membuat sebuah robot yg ‘menyontek‘ fungsi2 manusia secara utuh saja dibutuhkan banyak effort dan menyatukan berbagai keahlian dari banyak manusia. Hasilnyapun masih jauh dari kata sempurna. Jadi rasanya ndak ada alasan yg tepat selain kekaguman yang mendalam akan kehebatan Allah swt dan bentuk ciptaanNya.

Kekaguman, pengakuan akan ke-maha hebatanNya dan berusaha tunduk dan patuh kepada Allah swt, saya yakin seorang Masato Hirose saja telah menetapkan sebuah visi dan misi dalam menciptakan robot ASIMO. Sama halnya dengan kita, Allah telah menetapkan tujuan penciptaan kita dengan sangat gamblang dalam alqur’an.

“Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia KECUALI untuk beribadah kepadaKu” (QS : Ad-Dzariyat – 56)

Lalu bagaimana dengan manusia (hasil ciptaan) yang belum mau mengakui  kehebatan sang pencipta? apalagi mematuhinya dengan beribadah?

Semoga Allah yang maha berkehendak atas segala sesuatu berkenan membuka mata dan pintu hatinya agar dapat berfungsi untuk mengakui kehebatan dan tunduk pada Allah subhanahu wata’ala.

Amien ya Rabb. :)