Setetes air dan do’a

love8

Sudah beberapa hari istri saya mengeluhkan air yang keluar dari kran kecil sekali. Perkiraan saya adalah karena sudah memasuki musim kemarau dan karena kesibukan saya akhir-akhir ini, saya jadi lupa untuk menengok & memperbaikinya selama 2 hari.

Lalu suatu hari selepas berjama’ah subuh di masjid, seperti biasa saya berniat melakukan kegiatan rutin tadabbur Alqur’an dipagi hari, namun entah kenapa pikiran saya langsung tertuju pada kran air yg kecil tsb, lalu saya nyalakan airnya dan betapa terkejutnya saya karena pagi ini bukan hanya kran-nya yang keluar air kecil tapi juga kotor!

Alhasil, saya urungkan niat untuk tillawah & tadabbur Alqur’an, lalu saya membuka tutup ubin & mesin air yang terletak -/+ 1 meter dibawah permukaan ubin dapur kita dan saya angkat mesin itu ke atas untuk saya selidiki.

Cukup lama waktu berlalu -/+ 20 menit saya berusaha ngutak-utik mesin dg keterbatasan peralatan, tetap saja yang keluar adalah air dg volume kecil dan penuh dg kotoran tanah yang pekat !

Sampai pada titik putus asa karena terlintas betapa sibuknya kegiatan pada senin pagi bagi saya dan anak-anak untuk keperluan mandi, berbenah dan berangkat sekolah & kerja…akhirnya saya terdiam dan duduk di depan onggokan mesin yang berumur -/+ 2 tahun tsb dengan kucuran air yg tetap saja kecil & penuh dg kotoran tanah pekat.

Dalam diam saya mencoba sabar & merenung….” kenapa sulit sekali pagi ini mendapatkan karuniaMu ya Allah…air sebagai karunia penting kehidupan dari Mu untuk kami semua”

Sekejap kemudian saya angkat tangan dan mulai berdoa kepada Allah untuk mendapatkan karunia air dipagi hari.  Selepas berdo’a saya mencoba masukkan kembali pompa air tsb ke tempatnya di kedalaman 1 meter dari permukaan ubin dapur kami. Teriring do’a nabi Ibrahim dikala membutuhkan pertolongan Allah dalam panasnya api menyala yang mencoba membakarnya. Terucap dari mulut saya do’a tersebut perlahan dan berkali-kali :

“Hasbunallah wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’mannasyir…”

(Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik pelindung).

Tak lama berselang setelah pompa tersebut masuk pada kedalaman 1 meter saya nyalakan saklar listriknya dan betapa terkejutnya saya…Alhamdulillah air mengucur dengan derasnya.! Subhanallah…Alhamdulillah…Allahu akbar.

Lalu istri saya bergegas menemui saya di dapur “Lho Pa? sudah bisa ? dibetulin pake apa ?” saya jawab “Alhamdulillah dengan do’a” lalu dia mengelus punggung saya sambil tersenyum.🙂

Saya panjatkan puji syukur dan terima kasih kepada Allah…Ya Allah, engkau memang sebaik-baik penolong bagi orang mukmin dan Saya teringat pesan Rasulullah bahwa do’a adalah senjata ampuh bagi orang2 mukmin.

Terima kasih atas karuniaMu di pagi ini ya Allah!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s