Mushollaku…Impianku…

musholla impianKalau pulang kantor  pas berbarengan dgn waktu magrib, saya selalu sempatkan waktu untuk menunaikan sholat magrib terlebih dahulu di sebuah musholla yg terletak di perempatan lampu merah yg berjarak -/+ 700 meter dari rumah saya.
Musholla itu ndak kecil juga ndak besar, saya rasa bisa menampung -/+ 100 jamaah dgn interior sederhana dan bersih.
Dan uniknya lagi, musholla tersebut didirikan disebelah pos polisi, jadi saya sering berjamaah dengan para polisi bila waktu sholat magrib tiba. (gambar disebelah itu hanya ilustrasi lhooo…bukan gambar musholla yg dimaksud😀 )

Sambil menunggu istri saya yang datang menjemput, biasanya saya duduk di teras selepas sholat sambil memperhatikan banyak orang yg datang dan pergi ke musholla tersebut untuk menunaikan ibadah sholat.

Subhanallah…saya berandai-andai dan mempunyai impian.
Andai saya mempunyai rizki lebih, ingin rasanya membangun musholla serupa di sebuah tempat sebagai tempat persinggahan orang-orang untuk sejenak menghadap Allah, sang pencipta kita semua.
Selain sebagai sebuah kewajiban…kunjungan sejenak tersebut adalah merupakan kebutuhan kita sebagai manusia akan karunia Allah berupa petunjuk sholat.

Saya membayangkan pahala yang tiada henti yg mengalir kepada siapapun yang membangun musholla tersebut.
Amal ibadah sekejap yg berbuah pahala sodaqoh jariyah yang tiada henti hingga saat tempat tersebut tidak dinaungi lagi untuk sujud kepada Allah.

Rasanya sesak dada ini dengan keinginan membangun musholla mungil di pinggir jalan yg digunakan oleh saudara2ku untuk sujud sejenak kepadaNya.
Senang rasanya bisa menyaksikan saudara2ku yg nantinya mengingat dan bersujud mengharap ridho’nya di dalam mushollaku nanti.

Ya Allah, akankah ini bisa terwujud?
Apabila seorang pebisnis bisa melihat peluang bisnis yg menguntungkan untuk menghasilkan income yg berlipat.
Kali inipun saya melihat peluang sodaqoh jariyah yg tiada henti sebagai bekal di yaumil akhir nanti, terlebih sebagai salah satu jalan bagi mulusnya kehadiran ridho dan rahmatNya di hari perhitungan kelak.

Oh Mushollaku…
Entah dimana dan seperti apa bentukmu kelak…saat ini sudah kurindukan kehadiranmu yang bermanfaat bagi banyak kaum muslimin saudara2ku kelak.

Mushollaku…bersabarlah, kelak aku khan bersujud memohon ampun kepada Rabb-ku di dalam naunganmu.
Menikmati desir angin ciptaan Allah melalui jendela-jendela mungilmu dgn pintu yg selalu terbuka mempersilahkan kehadiran tapak-tapak kaki yg basah karena wudhu’.

Mushollaku…Aku yakin tiada yang mustahil di sisi Allah SWT.
Dengan izinNya, semuanya bisa saja terjadi. Bersabarlah, Mushollaku.
Semoga Allah mengizinkan aku untuk bisa membentukmu kelak, sebagai naungan sujud bagi banyak musafir dan  saudara2ku yg lain.

2 thoughts on “Mushollaku…Impianku…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s