Hari ini pada sisa hidup

sujud

Sesungguhnya saya ini milik Allah dan akan kembali kepada Allah.

Hari ini genap usia saya 35 tahun
Orang bilang…memasuki era separuh baya katanya.

BEGITU BANYAK…
Begitu banyak masa yang telah saya lewati dengan kegembiraan dan riang diwaktu kecil.
Begitu banyak ketegangan dan kenikmatan bathin telah saya lewati dalam menjalani masa-masa belajar dan meraih target-target akademis yang juga merupakan mahkota kehormatan orang tua dalam lingkaran ruang lingkup strata sosial mereka.
Begitu banyak pertentangan hati dan perasaan menanggapi gejolak-gejolak muda yang berperang dalam degup-degup tahta romantika remaja.
Begitu banyak desir angin dibanyak tempat yang saya naungi untuk tidur, bermain dan belajar…desir angin di Tebet, Durentiga, Potlot, Kalibata, Pasar Minggu dan berbagai tempat lain hingga desir terakhir di Jatiasih, Bekasi.
Begitu banyak dendang nada yang saya dengar dan mainkan sebagai sebuah hobi sejak remaja hingga saat memasuki paruh baya ini.
Begitu banyak wajah-wajah baru dalam hidup yang melatarbelakangi sikap, tindakan dan gerak bathin dalam keseharian sebagai bentuk interaksi hidup dan kehidupan.
Begitu banyak senyum-senyum tulus dan ikhlas yang menghampiri dan menitipkan keikhlasan senyumnya untuk kemudian saya bagi kepada manusia-manusia yang lain.

Sebanyak apapun itu…
Seindah apapun itu…
Sebesar apapun itu…

Semuanya adalah anugerah, nikmat dan karunia dari Sang Ar-Rahman… Ar-Rahiim…Allah SWT yg memberikannya kepada saya sejak dalam kandungan hingga saat desah nafas dan degup jantung rangkain tulisan ini terangkai.
Alhamdulillah…Terima Kasih ya Allah.

HARI INI…
Hari ini, saya tidak merayakan ulang tahun karena Rasulullah SAW -sang pangeran suri tauladan- tidak mencontohkannya.
Hari ini umur saya berkurang 1 tahun sejak tahun lalu
Apabila rata-rata umur manusia adalah 70 tahun, maka sisa hidup saya tinggalah 35 tahun lagi di dunia ini (ini hanya permisalan lho…siapapun ndak akan tau berapa sisa umurnya😀 ).
Hari ini adalah tepat pada pertengahan umur rata-rata manusia bagi saya.
Yang jika digambarkan pada grafik, hari ini adalah titik kurva tertinggi dan titik dimulainya perhitungan mundur bagi sisa hidup yang Allah berikan kepada saya.
Hari ini adalah titik kurva tertinggi dimana selanjutnya garis grafiknya akan menurun kebawah seiring berjalannya perhitungan mundur detik demi detik dalam kehidupan saya.

BEGITU BANYAK…
Hari ini begitu banyak khilaf, dosa dan kesalahan yang menggunung dan selalu mengikuti keberadaan hati ini.
Hari ini begitu banyak lumuran dosa menyelimuti diri ini…

Ya Allah…Ampunilah dosa-dosaku…

Berkahi dan rahmatilah sisa hidupku ini…

Kembalikanlah aku kepadaMu dalam keadaan khusnul khotimah kelak.

Amien Ya Rabb…

 

(Kamis, 12 Nov 1974 – Kamis, 12 Nov 2009)

9 thoughts on “Hari ini pada sisa hidup

  1. Assalamu’alaikum,
    Kehidupan kita di dunia ini, akan sangat menentukan kehidupan kita di akhirat kelak. Untuk itu marilah kita perbanyak melakukan muhasabah/ instrospeksi diri, karena sebaik-baik manusia adalah yang selalu mengevaluasi dengan bermuhasabah diri dalam setiap perbuatan yang telah ia lakukan. Selamat Ulang Tahun… (Dewi Yana) http://dakwahdewi.herfia.com

  2. Pingback: Merayakan hilangnya waktu? « Hikmah, Kisah & Khazanah

  3. Pingback: Milad = Muhasabah | Sebuah Catatan Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s