One day in your life

Listening : One day in your life – Michael Jackson.

Lagu ini mengalun mengiringi kata demi kata sebagai aspirasi imajinasi, fikiran, kenangan dan harapan di masa lalu. Kata “One day in your life” seolah menjadi satu trigger atau pemicu akan perasaan haru yang saya rasakan saat ini.

One day in your life….One day in my life tepatnya, saya membuat sebuah komitmen-komitmen dalam hidup. Komitmen untuk meninggalkan hidup yang lalu dan komitmen untuk menjalani hidup yang akan datang dengan berbagai tantangan dan hambatan yang ada. Itu tidak mudah.

Kehidupan yang saya jalani saat ini sama sekali tidak terbayang dalam benak saya 1 dekade yang lalu, dimana akan berkutat dengan berbagai perjalanan “belajar” yang terus dijalani hingga saat ini.

Menjadi tua, memiliki studio musik yang lengkap, menikmati hasil kerja dan royalti seni yang di dapat, sukses di dunia musik,  anak-anak tumbuh menjadi orang2 berjiwa seni yang tinggi dll. Itulah sekilas harapan beberapa tahun silam yang berkenaan dengan hobi dan passion saya dalam bermusik.

One day in my life…Semuanya berubah! Switch up to 180 degree. Dan memang seharusnya berubah, setelah nur illahi melingkupi liang imajinasi diri. Saat ini kepala dan hati saya menjadi hambar dan beku apabila melihat berbagai atraksi dunia hiburan yang kerap dilihat. Dunia yang dahulu menjadi sebuah tujuan dan obsesi hidup saya untuk belasan tahun lamanya dengan berbagai usaha untuk meraihnya. Sukses? Entahlah, krn saya bukanlah artis terkenal…yang jelas secara materi saya sudah cukup merasakan “nampolnya” uang hasil jerih payah di dunia tsb yang saya nikmati. Dimana kesuksesan itu sendiri sebenarnya adalah sebuah proses, bukan hasil. Dan saya jalani proses tsb, lengkap 1 paket dengan KEGAGALAN! (Alangkah naifnya pabila seorang memisahkan keduanya, sukses dan gagal)

Kisah dunia Ruhiyah (Ruh)  sebagai sebuah dunia kekal yang abadi tuk dijalani nanti menjadi sebuah dunia yang mengembalikan saya pada suatu hal yang hakiki tuk di dalami, Islam…Keselamatan kita, keselamatan saya.

Kenapa saya bisa berada di sini, menenggak kopi dan berjalan menikmati segala hal yang tersedia dengan indah. Eksistensi saya dipertanyakan oleh saya sendiri, untuk apa semua kebisaan di dunia musik (saat itu) ? apakah untuk tujuan ruhiyah? bisakah menjadi bekal setelah aku meninggal nanti? Bisakah semuanya menemani gelapnya tanah kubur saya nanti? Bisakah semuanya menjadi penolong bagi kehidupan Ruh saya kelak?

Ternyata selain amal ibadah saya selama di dunia ini, bekal itu ada pada “anak yang sholeh/hah, ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah” dan tidak satupun tercantum dalam petunjuk illahi bahwa bekal tsb ada pada kehebatan saya membuat musik, glamour, tepuk tangan, kebanggaan dan penumpukan harta diri. Naudzubillah mindzalik.

Sebuah bekal amatlah penting bagi perjalanan panjang seseorang, nikmat tidaknya perjalanan kita sangatlah tergantung pada bekal yang kita bawa dengan memperhitungkan waktu perjalanan dan medan perjalanan itu sendiri.One day in my life…saya menyadari itu. Dan saya berubah perlahan…terus hingga saat ini.

Berusaha menjadi imam yang lebih baik bagi anak dan istri saya. Berusaha menjadi mukmin yang kaffah (total) di mata Allah SWT guna mendapatkan ridho’ dan ampunanNya. Berusaha belajar dan terus belajar menjadi insan kamil. Itu tujuan saya saat ini, untuk kehidupan ruhiyah kelak.

One day in my life…malam ini momentum perubahan itu teringat kembali.

Aahhh…andai saya bisa menceritakan semuanya di sini dan menggambarkan kehangatan nur illahi yang menghangatkan saya dan mengaburkan perasaan indahnya dunia, menghambarkan emosi yang dulu saya puja dan nikmati sebagai sebuah obsesi yang ternyata semu.

Ahhh…andai semuanya bisa saya tuangkan dalam tulisan kali ini. Indahnya merasakan hambar akan dunia, merasakan merdunya  alunan firmanMu ya Allah. Merasakan mesranya diriku bersamaMu kala ku renungi makna Al qur’anMu, ya Allah. Merasakan nikmatnya kala telapak tanganku basah oleh tetes-tetes air mata berlumur do’a kepadaMu ya Allah. Merasakan merdunya desah nafas berlinang pujian dalam sujudku kepadaMu ya Allah.

One day in your life…rasakanlah…rasa yang begitu indah!

Subhanallah wa bihamdi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s