Ketika sang kakek pergi (dedicated to AT. Mahmud)

AT Mahmud, Pencipta lagu-lagu anak yang mempunyai nama asli  Abdullah Totong Mahmud, meninggal dunia pada umur 80 tahun, pukul 13.00 WIB, Selasa (6/7), di kediamannya di kawasan Tebet, Jakarta.

Selepas mendengar berita kepergiannya terus terang hati saya sedih sekali, semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima semua amal ibadahnya serta menempatkannya di sisiNya yg mulia.

Selain lagu-lagu lawas yang pernah saya tahu, saya mengenal lebih dalam tentang beliau lewat karya-karyanya pada album Tasya “Libur telah tiba” dan “Ketupa Lebaran”. Sebagai seorang (mantan) musisi sekaligus pembuat lagu, saya sangat kagum dengan karya-karya beliau baik dari sisi lirik maupun komposisi lagu. Liriknya sangat sederhana namun sangat berbobot dan penuh nasehat yang mudah dicerna, diikuti, di ingat dan dipahami oleh anak sebagai sebuah pesan penting bagi mereka.

Saya merasa beliau menjadi bagian dari keluarga kami karena karya-karyanya menjadi bagian dari perkembangan fisik dan psikis anak-anak kami. Anak-anak saya dulu kerap menyanyikan lagu-lagunya sebagai bagian dari hiburan dan pendidikan yg fun bagi mereka. Tanpa terasa setiap kata dalam lirik dan komposisi lagu yang dinyanyikan menjadi sebuah nasehat yang berguna bagi anak-anak saya. Terutama pada album Ketupa Lebaran, banyak sekali pesan-pesan islami yang dituangkan dalam lagu tersebut oleh sang kakek. Pesan untuk mencintai dan mensyukuri nikmat Allah, mencintai Rasulullah, mencintai Ibu dll. Semuanya disajikan dalam kemasan irama dan lirik yang sederhana dan menyenangkan.

Lalu…sekejap imajinasi diri berpaling pada realita…realita rusaknya hati dan otak anak-anak negeri melalui media lagu yang ada saat ini. Realita akan hilangnya dunia anak ! (sucks !!! -maaf saya benar2 gemes dan geram dengan kenyataan ini)

Diantara hancurnya kualitas syair dan lirik musik-musik yang beredar sekarang
Diantara pongahnya stasiun TV yang rakus rating dan mengorbankan dunia anak
Diantara jutaan kerinduan orang tua akan kualitas musik anak yang sekarang hilang
Diantara lucunya mulut-mulut mungil menyanyikan lagu-lagu perselingkuhan disekitar kita
Diantara bantet-nya kreatifitas musikus dengan lirik berkualitas tergeser lagu dgn lirik murahan (yg penting catchy)
Diantara jutaan harapan orang tua akan munculnya kembali generasi-generasi yang peduli dengan dunia anak

Kakek AT. Mahmud pergi…
Innalillahi wainna ilaihi rojiun…“sesungguhnya kita ini milik Allah dan akan kembali kepada Allah”.
Selamat jalan, Kek…Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu, menerima amal ibadahmu dan menempatkanmu disisiNya yang mulia.

Terima kasih Kek…
Lirik-lirikmu telah mengisi masa-masa kecil anak-anak saya sampai sekarang.
Kasetnya masih ada, Kek…CDnya kadang masih diputar.
Karena dengan lirikmu anak-anak saya bisa menemukan dunia mereka, diantara dunia anak yg rusak diluar sana.
Dengan lirik-lirikmu mereka gembira dan berdendang dengan tanpa terasa mengasah otak mereka agar lebih cerdas.

Terima kasih Kek…
Engkau dan lirik-lirikmu telah menjadi bagian dari keluarga kami…dan itu sangat berarti bagi saya dan istri dalam mendidik anak2 kami sebagai amanah bagi kami berdua.
Terima kasih, Kek…Jazakallahu khair, Kek

Selamat Jalan Kakek AT. Mahmud

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s