Jenderal Bintang 9, Jenderal no. 1 di dunia!

Seumur hidup saya, belum pernah melihat beliau berdiri tegak sejajar dengan tinggi saya maupun berjalan berdampingan dengan saya seperti kebanyakan ayah dan anak di dunia ini.

Seumur hidup saya, harus saya tundukkan kepala ini atau berjongkok pertanda hormat sekaligus mensejajarkan diri dengan beliau untuk dapat bersenda gurau bersama beliau atau sekedar mendengarkan cerita dan nasihat beliau kepada kami, anak-anaknya. Beliau begitu tegas, lugas dan lantang dalam berbicara. Pertanda ketegaran beliau dalam menghadapi hidup selama puluhan tahun dalam kondisi lumpuh, tidak dapat berdiri dan harus puas melakukan aktivitas apapun dlm kondisi berjongkok lalu duduk kembali di singgasananya.

Selepas bertugas di Irian jaya, sekitar tahun 70-an beliau mengundurkan diri dari ABRI (sekarang TNI namanya) karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk bertugas. Bu Le’ saya pernah cerita, bahwa beliau dulu gagah sekali setiap kali pulang ke rumah di Solo dengan mengenakan seragam ABRI angkatan darat. “Bapakmu dulu gagah sekali, bu le’ seneng lihat dia kalo pulang dan pergi dari rumah pake seragam ABRI” penggalan cerita itu yang kadang membuat saya sedih dan membayangkan seperti apa kegagahan bapak kalau berdiri tegak menopang senjata dan berjuang untuk negeri ini…😦

“Gusti ALLAH kuwi maha adil le…”

“Kamu harus jadi sarjana, alhamdulillah adik-adikmu nanti bisa ikut jadi sarjana”

” Lebih baik kamu ndak makan daripada ndak sekolah le…kamu harus sekolah tinggi! ”

“Jangan lupa sholat malam le…itu pesan bapak”

Banyak lagi pesan-pesan penting beliau kepada kita bertujuh, saya dan 6 adik-adik saya. Perjuangan beliau menghidupi, mendidik dan memperjuangkan pendidikan kita semua adalah permata hidup yang berharga bagi bekal kehidupan kami sampai saat ini. Saya ingat sewaktu pertama kali berjualan koran untuk membantu orang tua, beliau menasehati saya dan meyakinkan bahwa dirinya masih sanggup untuk membiayai hidup kami tanpa bantuan dari anaknya yang semestinya harus fokus sekolah saja.

Begitulah bapak saya….beliau menghadap ALLAH seminggu lalu, tepat pkl. 22.30 wib sewaktu dalam perjalanan menuju ke Solo, beliau menghembuskan nafas disekitar daerah Subang. Selang 4 jam kemudian kami beserta rombongan menyusul beliau yang ditemani ibu, adik dan saudara saya yg lain yang ikut dalam mobil bersama almarhum. Adik saya bercerita bahwa sepanjang Subang – Solo, seisi mobil tercium aroma wangi bunga selepas beliau menghembuskan nafas yg terakhir. Semoga ini adalah pertanda kepergian yg khusnul khatimah. Amien.

Semasa hidup, kondisi fisik yang kurang sempurna dan ekonomi yang juga tidak kaya tidaklah menyurutkan semangat beliau untuk memotivasi kami untuk terus sekolah yang tinggi. Alhamdulillah kami bertujuh berhasil mengeyam dunia pendidikan pada tingkat universitas. Seumur hidup saya beliau menghabiskan waktu di kursi duduknya, tapi seumur hidup saya juga tidak sekalipun semangat beliau terduduk di kursi yg sama, meski beliau tidak berdiri tegak…tapi semangatnyalah yg berdiri tegak memotivasi kami bertujuh untuk dapat menjadi orang-orang yg berguna.

Meski pangkat terakhirnya bukanlah jenderal, namun bagi saya…beliau adalah Jenderal bintang 9….Jenderal no. 1 di dunia!

Jenderal yang berhasil membawa pasukan keluarganya menjadi manusia tegar dan tangguh dalam menjalani hidup.

Jenderal yang membawa banyak mashlahat bagi orang-orang di sekitar dan orang lain yang banyak mengakui jasa-jasa beliau semasa hidup bagi mereka semua.

Jenderal yang tidak butuh pengakuan legal namun sarat dengan dorongan moral ikhlas untuk berbuat sesuatu bagi negeri ini meski dalam skala yang kecil.

Selamat jalan Jenderal…semoga ALLAH swt melapangkan kuburmu, mengampuni dosa-dosamu, menerima semua amal ibadahmu dan menempatkanmu di sisiNya yang mulia.

Selamat jalan Bapak…petuahmu akan aku kenang seumur hidup :(

***********************************************************

Berikut video tentang ayah saya yg dibuat oleh adik saya.

https://www.youtube.com/watch?v=JqWSzTZoEiU

3 thoughts on “Jenderal Bintang 9, Jenderal no. 1 di dunia!

  1. Miss you dad…. kangen sama gurauanmu, kangen senyumanmu, kangen dengan teguranmu.. kangen dengan segala yang engkau lakukan disela hari2mu…. Semoga semua amal ibadahmu diterima dan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT… Insya Allah.. engkau dapat berdiri tegak disana melihat kami disini… Doa kami selalu menyertaimu dan tak akan pernah kami lupakan semua petuahmu… Kami akan selalu bersama tanpa tercerai berai…. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk membahagiakan mama…. kekasihmu seumur hidupmu….

  2. Mas…sediih membaca kisah ini. Terharu dan salut dengan perjuangan beliau. Inget cerita mas Moio mengenai hebatnya almarhum selama beliau hidup dan membesarkan anak2nya dengan kondisi yang ada. Hebat dan salut untuk beliau… walaupun aku belum mengenal beliau secara langsung, namun dengan mendengar cerita dari Mas Moio dulu dan dari cerita diatas, aku bisa membayangkan betapa hebatnya beliau..
    Papa memang bukan Ibu yang selalu disamping kita, namun keberadaan beliau lah yang selalu membuat tawa dan aman bila ada beliau… love you dad…love you mom… ^^

  3. 7 bulan berlalu sejak pertama baca kisah ini…………. sampai hari ini saat aku bisa membacanya lagi.. tanpa sadar airmata ini deras mengalir………. Mengingat semuanya yang pernah terjadi dan pernah ada……… mengingat semangat dan cinta kasihmu yang begitu dalam kepada kami.. mengingat betapa aku pernah mengecewakannya………. tapi hatinya selalu ikhlas memaafkan kami, memaafkan semua orang yang pernah menyakitinya…….. selalu kangen sama beliau… sekarang hanya bisa mengingatkan semua cucunya untuk selalu mengenangnya.. selalu mendoakannya disetiap tidur mereka… menjaga kekasih seumur hidupnya……….. Bapak.. aku kangen semuanya… omelannya.. peluknya … petuahnya…. Always miss u dad……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s