Karena teladan, bukan penelitian

Di beberapa postingan dalam blog saya ini ada beberapa kutipan hadist yang mencantumkan hasil penelitian ilmiah dan medis dari hadist tersebut. Beberapa hadist yang secara ilmiah dan medis sangat bermanfaat thd kehidupan manusia. Contoh hadistnya ada disini, disini dan disini.

Muhammad SAW adalah seorang yg mulia yg keberadaannya sudah dipersiapkan dan sudah di informasikan berabad-abad bahkan sebelum kakeknya beliau  sendiri lahir di dunia. Informasi ini dilanjutkan secara berantai dan di dokumentasikan dalam kitab-kitab suci agama samawi di dunia ini. Dari ALLAH swt sebagai pencipta kita semua, kepada para utusan sebelum Muhammad SAW.

Kehidupan Muhammad kecil hingga dewasa sangat terjaga dan dijaga dari segala macam hal-hal yg bersifat tidak berguna, baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat. Pernah beliau terpesona dengan lantunan syair seorang penyair cantik di Mekkah, lalu ALLAH swt meniupkan hawa tidur yang nyenyak yang membuat Muhammad muda tertidur dan melupakan lantunan syair dan wanita pelantunnya tersebut. Begitulah salah satu cara ALLAH swt menjaga kemuliaan sifat dan sikap seorang Muhammad sejak muda hingga dia diresmikan sebagai seorang Rasul bagi ummat manusia.

Bukan hanya penjagaan secara fisik yang dilakukan oleh ALLAH swt kepada Muhammad, juga secara rohani dan kemurnian hati yang indah dan tetap terjaga indah hingga akhir hayat beliau.

Pertanyaannya, kenapa ALLAH subhanahu wa ta’ala melakukan itu semua?

Bagi saya itu sangat logis, logis sekali. Dimana ALLAH swt menciptakan sebuah sistem duplikasi yang sangat manusiawi bagi seluruh ummat dengan berbagai latar belakang hati dan sikap. ALLAH swt menciptakan sosok role model, sosok manusia yg menjadi teladan bagi manusia lain untuk di ikuti semua perilaku, ucap dan tindakannya. ALLAH swt menciptakan sosok yang dicintainya agar bisa diikuti oleh semua ummat dengan proses yg juga  “manusiawi”.

Saya yakin akan dengan mudah ALLAH swt membuat kita semua menjadi kafir atau mukmin atau tidak ada sama sekali, semudah membalikkan telapak tangan kita. Tapi ALLAH swt menciptakan 2 kekuatan dalam diri manusia yaitu Akal & Hati yg tidak dipunyai makhluk apapun yg pernah diciptakan. ALLAH swt memberikan kebebasan kepada manusia untuk menggunakan akal  & hati dalam mencari petunjuk menuju kehidupan yang indah dan abadi di syurgaNya dengan bekal keridho’anNya.

Dalam konsep kehidupan Islam dimana konsep tersebut bertujuan bagi keselamatan dunia dan akhirat bagi seluruh ummat manusia, tidak ada alasan yang kuat untuk tidak mengikuti semua perilaku seorang manusia bernama Muhammad yang memang ada di bumi ini dengan proses yg juga manusiawi dan bisa diterima oleh akal fikiran kita yg jg manusia. Kecuali alasan tersebut adalah kebencian terhadap ajaran-ajaran Islam.

“Petunjuk kehidupan” dari ALLAH swt berupa Al qur’an di iringi oleh sosok “manusia hidup” seperti kita sebagai contoh adalah sinergi informasi yang sangat valid bagi kita untuk bekal petunjuk kehidupan kita di dunia yang sebentar dan di akhirat yg abadi.

Segala perilaku, ucapan, perintah, himbauan dan tidak tanduk Muhammad Shalallahu alaihi wasallam adalah petuah, petunjuk dan pedoman hidup kita sebagai ummat muslim. Sudah sepatutnya kita meniru semampu kita karena keyakinan kita bahwa yg dibawa adalah KEBENARAN dan PASTI bermanfaat bagi kehidupan kita di dunia dan di akhirat kelak.

Ironisnya, di zaman ini banyak sekali contoh2, petunjuk2 serta pedoman hidup yang benar mulai ditinggalkan oleh ummat Islam. Sementara banyak sekali petunjuk2 sunnah Rasulullah SAW yang perlahan terbukti secara medis dan ilmiah bermanfaat bagi kehidupan seluruh ummat manusia, bukan hanya ummat muslim. Lalu tunggu apa lagi? Apa kita masih menunggu hasil-hasil penelitian medis & ilmiah lainnya untuk mempercayai dan mengikuti petunjuk2 illahi tersebut?

Ini semua berpulang kepada keyakinan kita terhadap apa yang dibawa oleh Muhammad Shallalahu alaihi wasallam sebagai utusan ALLAH swt. Yang telah berjuang selama 23 tahun menanamkan sendi-sendi kehidupan yang hakiki bagi ummat manusia. Disinilah letak makna Rahmatan lil alamin… Rahmat bagi seluruh alam. Disinilah inti dari ajaran Islam yang dibawa oleh Rasul terakhir dengan berbagai revisi-revisi dan tambahan ajaran sebagai pelengkap ajaran-ajaran illahi yang dibawa oleh nabi-nabi sebelumnya.

Akan sangat naif kalau kita mengikuti ajaran2 beliau hanya karena sudah ada hasil penelitian ilmuwan, dan bukan karena kecintaan dan keyakinan kita terhadap pedoman-pedoman hidup yang beliau bawa. Dan tentunya, di sisi ALLAH swt pun tidak akan bernilai pahala apabila pedoman-pedoman hidup tersebut kita ikuti bukan karena keyakinan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW tapi karena hasil penelitian manusia.

Ummat Islam telah berhasil menguasai 2/3 bumi berbekal keyakinan dan kecintaan kepada ajaran-ajaran Rasulullah SAW baik yang termaktub dalam Alqur’an maupun sunnah-sunnah yang beliau contohkan.

Dapatkah kekuasaan Islam begitu menggurita apabila hanya ditopang oleh hasil-hasil penelitian ilmuwan? BIG NO! Islam dapat berkuasa dan mendamaikan bumi karena tingkat keyakinan dan kecintaan ummat pada masa itu begitu tinggi terhadap ajaran-ajaran Alqur’an dan sunnah-sunnah Rasulullah SAW, meskipun saat itu belum ada penelitian2 canggih seperti sekaran gini. Tidak seperti zaman sekarang ini yang jadi penonton dari berbagai keberhasilan semu duniawi dari kekuasaan barat yg digdaya namun dzalim.

Biarlah orang lain sibuk meneliti berbagai macam petunjuk2 sunnah beliau, sementara kita semestinya sudah menikmati manfaatnya baik di dunia dan di akhirat nanti (insya ALLAH) jika kita implementasikan ajaran2 Alqur’an dan Sunnah berbekal keyakinan dan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW dan apa yang dibawa adalah teladan, serta pengharapan kita akan ridho’ ALLAH swt.

Salam alaika ya Rasulullah…

Semua yang benar dalam postingan ini adalah dari ALLAH swt, sementara yg salah adalah dari saya yg dhaif ini. Astaghfirullah…

Wallahu’alam.

One thought on “Karena teladan, bukan penelitian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s