Air kolam kepada Batu

 1615441-kolam-batu-koral--620X310

Batu…kamu nampak keras dan bersahaja menerawangi angin hati yang kadang terpuruk mengaliri kesemuan dunia ini. Semu yang nyata dan kenyataan yang semu hingga layak disebut kenyataan yang sesungguhnya.

Batu…kadang kau tebar senyum kepadaku di kolam itu  lalu kudapati keindahanmu pada bayangan diriku, menyapaku penuh kaku meski dalam lubuk bebatuanmu terdapat kelembutan selaksa awan putih bersih yang perlahan tapi pasti, bergerak.

Aku kadang ke kiri, ke kanan dan ke bawah…aku tak kuasa ke atas, ke tempatmu karena akan menyatu dengan cairan alam lainnya yang sama sekali tidak semu namun tak nyata.

Aku memandangi kilaumu di saat awan bergerak menuju pelukan birunya langit, terkadang… itupun terlarang.

Batu…aku dapat melindungimu dengan luasku yang begitu luas, melindungimu dengan kelembutanku dan melapisimu dengan sejuknya selimut lumut tanda kasih sayangku kepadamu.

Namun tampaknya aku selaku air nan cair tak berharap akan bersama kehebatan kilau dan indahmu dalam jumlah lebih kecil. Karena dengan demikian aku hanya bisa melekat pada kerasmu untuk kemudian menguap dan hilang tanpa bekas terbang bersama udara menuju hampa.

Tampaknya kita akan tetap seperti ini…kau akan tetap disamping kolam itu sementara aku di dasarnya, memenuhi kubiknya dan menjadikan indah kolam dan taman ini meski kau tak mungkin masuk kedalamnya dan ku peluk dengan sejuknya lumut cinta.

Aku bening di permukaan, gelap di dasar. Sebening kau lihat aku, segelap harapan hampa akan kehadiranmu yang kupeluk sejuk.

Moi – November 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s